“Trash” Me, It Works

Posted: Oktober 20, 2011 in Uncategorized

Hei guys, jumpa lagi dengan saya

Trash Me, It Works…   hahahaha, maksudnya adalah sebuah plesetan dari sebuah iklan di TV.  Pasti semua udah pada tahu. Yah, iklan susu itu loh.  Kalimat aslinya adalah “Trust Me, It Works.” Kenapa saya plesetin? Karena badan saya gak berotot seperti bintang iklan itu, tar dikatain orang lagi kalo bilangnya Trust Me, Its Work.  Hahahaha. Sengaja saya mengambil kata trash, karena postingan blog kali ini saya membahas tentang sampah. Yah, kali ini temanya adalah Go Green. Postingan ini dibuat sekalian untuk mengikuti kontes blog di sini. Kalian juga bisa ikutan kok, dan share ide-ide kamu untuk melestarikan lingkungan…

Karena topiknya tentang pengalaman mudik dan Go Green agak susah juga untuk buat postingan ini. Secara, saya khan ga punya kampung halaman.  Ada sih, di Menggala. Kira-kira dari Bandar Lampung yang 5-6 jam lah. Tapi karena sudah tidak ada sanak saudara di sana, jadi ya mudiknya PP. Cuma ziarah terus pulang. Jadi harap maklum jika postingan kali ini tidak terlalu banyak membahas tentang mudik saya. Sebenernya sih pengen juga ngerasain mudik.

Dari pengalaman saya mudik yang tidak seberapa itu, ada satu hal yang mungkin kalian akan temui saat kalian mudik. Ya, “sesuatu” (syahrini banget ) yang disebut sampah. Saya perhatikan sampah banyak bertebaran di mana-mana. Mirisnya, sedikit sekali orang yang aware dengan sampah-sampah ini. Tak jarang kita temui ada yang seenaknya saja membuang sampah di jalan raya. Kalau di atas kapal, sampahnya dibuang ke laut.  Untung saja ketika naik pesawat terbang, sampahnya tidak dibuang lewat jendela. Bisa semaput tuh satu pesawat.

Sampah memang sudah jadi masalah klasik di seluruh pelosok negeri ini. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Ini saatnya kita bergerak. Kita bisa memulainya dari diri kita sendiri. Mungkin kita sering berpikir mustahil akan melihat Indonesia menjadi negara yang bersih dari sampah. Mungkin juga bisa dikatakan mustahil melihat air kali Ciliwung tembus pandang, ikan-ikan berenang dengan bahagia, tidak ada lagi warna hitam dan bau yang menyengat. Tapi hanya dengan berkata-kata saja tidak akan merubah keadaan kan? Daripada memprotes keadaan dan menyalahkan orang lain lebih baik kita berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk negara ini. Tidak perlu yang muluk-muluk, dimulai dari satu langkah kecil saja. Ya, satu langkah kecil yang mengubah dunia.

Nah, disini saya ingin berbagi ide bagaimana cara kita memperlakukan sampah tersebut. Bukan berarti saya lebih baik lho dalam hal ini. Cuma ingin saling mengingatkan saja. Nah, yang pertama harus kita perhatikan adalah tentu saja membuang sampah pada “tempat”-nya. Tempatnya disini ya kotak sampah. Tar ada yang bilang kamar saya sebagai tempat pembuangan sampah khan berabe juga. Membuang sampahnya juga ada caranya.  Sampah digolongkan dalam dua kelompok. Ada sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, misal kulit kacang (nah lho, buat yang suka ngemil kacang di bus, jangan nyampah ya…), sisa makanan, dll. Sampah jenis ini bisa terurai dalam tanah. Kelompok yang kedua adalah sampah anorganik. Sampah jenis ini yang paling banyak ditemui tentu saja plastik. FYI, plastik perlu waktu ratusan tahun untuk bisa terurai dalam tanah. Jadi cucunya cucu kita mungkin masih bisa lihat plastik yang  kita buang sembarangan… Ih, seremmm… .

Dalam membuang sampah sampah di atas, kita perlu memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Kenapa harus dipisahkan? hal ini untuk mempermudah dalam pengolahan sampah tersebut. Sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk yaitu pupuk hijau dan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi produk-produk baru.

Bagi yang ingin membuat pupuk kompos, sok atuh klik link ini. Disana ada cara membuat kompos dengan berbagai metode. Sengaja ga dicopas, biar blog itu dikunjungin orang juga… hehehe

Balik lagi ke masalah kantong plastik. Alhamdulillah yah (syahrini lagi), sekarang udah ada kantong plastik ramah lingkungan yang dapat terdegradable. Sering kihan belanja ke toserba liat tulisan kantong Go Green? “Kantong ini bisa hancur dengan sendirinya”. Kantong plastik ini asli buatan Indonesia loh… Kantong plastik ini hanya butuh waktu 2 tahun untuk terurai. Mudah-mudahan, semakin pesatnya perkembangan teknologi kita bisa menemukan teknologi-teknologi lain yang mendukung go green. Kantong plastik ini diberi tambahan zat oxium. Fungsi zat oxium adalah membuat kantong plastik ini dapat hancur dengan sendirinya. Kalau di film-film begitu khan, yang bagus kalau jalan ceritanya gak bisa ditebak. Yang jahat ga taunya baek, eh yang baek gak taunya jahat. Sinetron banget sih… Bagi kamu yang ngerasa derngan menggunakan kantong plastik ini kamu mendukung yang namanya Go Green, kamu SALAH BESAR. Kenapa? Tarik nafas dulu, gak buru-buru khan? Karena temanya mudik, anggep aja kita lagi istirahat di rumah makan,

Lanjut…

Kernapa eh kenapa judi itu haram? Eh, kenapa dengan kantong plastik oxium? Ternyata eh ternyata kantong plastik ini sama saja dengan kantong plastik konvensional, sama-sama tidak bisa terurai secara alami. Bedanya hanya di zat oxium saja, bahan dasar ya tetap minyak bumi. Memang plastik ini bisa hancur dengan sendirinya. tapi tetep aja tidak bisa terurai. Secara fisik memang plastik ini hancur. Namun jika yang disebut adalah terurai oleh mikroorganisme, maka zat oxium hanya membuat plastik ini memecah diri bila terkena panas atau cahaya. DEGRADABLE disini bukan berarti TERURAI, tapi hanya HANCUR. Loh apa bedanya? Kan sama2 hancur sih?

BEDA… lebih jelasnya lihat gambar :

Ini perbandingan plastik-plastiknya…

ingin lebih jelas bisa lihat link ini

Oh iya, disini saya juga ingin membahas tentang pahlawan tanpa tanda jasa di bidang lingkungan. Pahlawan itu tentu saja petugas kebersihan di jalan. Tanpa mereka, tentu saja jalan raya yang sering kita lewati akan berubah menjadi tempat sampah baru. Ya secara gitu, setiap ada orang yang lewat seenaknya saja membuang sampah keluar jendela mobil. Yang lebih miris lagi, saya melihat ada seorang ibu yang mengajarkan anaknya untuk melempar sampah ke luar pintu mobil angkot. “Ayo nak lempar nak, iya… pinter…”. haduhhhh,,,, Mungkin sekali-kali perlu juga kali ya kalau petugas kebersihan itu libur. Biarin aja seminggu ga kerja sampai sampah di jalan-jalan itu menggunung. Hehehehe, mudah-mudahan yang lain pada sadar deh. Oh iya, sepanjang jalan juga saya melihat kotak sampah masih kurang ya. Begitu juga di kendaraan-kendaraan umum, saya masih jarang menemukan adanya kotak sampah.

Pahlawan tanpa tanda jasa lain adalah pemulung. Mereka ini jasanya besar loh.  Tanpa mereka, gelas-gelas air mineral tidak akan hilang dengan sendirinya dari kotak sampah. Eh iya, ada satu hal yang bisa kita lakukan untuk mereka. Kalau membuang sampah plastik seperti gelas air mineral, biasakan untuk ditempatkan terpisah dari kotak sampah.  Misalnya ditaruh di luar, atau disangkutkan di leher kotak sampah. Terus gelas-gelas itu disatukan dulu, ditimpah atasnya dengan gelas lain. Khan kasian kalau mereka harus mungutin dari kotak sampah. Sampah-sampah itu akan dibawa ke pabrik  dan didaur ulang kembali. Tuh, besar khan jasa para pemulung itu?

sumber : http://sawali.info/2008/11/05/pemulung-dan-nilai-kepahlawanan-sejati

Namun sayang, banyak orang justru mendiskriminasikan para pemulung ini. Mereka dianggap sebagai pengganggu. Tak jarang, mereka dirazia dan dikejar-kejar oleh kamtib. Kebetulan saya menemukan artikel yang menarik tentang kepahlawanan para pemulung ini. Bagi kalian yang ingin membacanya bisa klik link ini

Sampah selain membawa masalah ternyata bisa dimanfaatkan lho. Tergantung kreatifitas kita. Misalnya dibuat kerajinan tangan gitu. Salah satu temen saya ada yang membuat pembungkus hape menggunakan celana jeans yang tak terpakai. Kreatif. Hasilnya juga bagus banget. Selain mengurangi sampah, kita juga bisa membuka peluang bisnis dari situ. Untuk yang suka makan eskrim, stiknya khan bisa dimanfaatkan untuk membuat vas bunga misalnya.

Ternyata ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membuat bumi kita jadi lebih baik lagi. Go Green bukan hanya mimpi semata. Kita bisa kalau kita mau mencoba. Tidak usah memikirkan hal yang besar dulu. Kita bisa mulai dari yang terkecil. Dari diri kita sendiri. Menurut saya membuang sampah pada tempatnya adalah satu langkah kecil yang bisa kita buat. Dulu pernah ada sebuah iklan, dimana kita bisa membuat sebuah perubahan hanya dengan melakukan satu hal kecil. Cukup dengan setiap orang mengambil satu sampah, akan ada satu perubahan besar yang bisa kita lakukan. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Suatu saat nanti, mimpi melihat Indonesia bisa sebersih Singapura sudah bukan mimpi lagi. Ketika orang-orang bertanya “Kok bisa?”, kita bisa jawab ” Dulu kota ini juga sekotor itu, tapi semua berubah ketika negara api menyerang, eh berubah ketika setiap warganya mau mengambil sampah satu buah saja. Hasilnya seperti yang kamu lihat. “TRUST ME, IT WORKS”… Suatu saat kata TRASH bisa kita ganti dengan kata TRUST, jika kita percaya kita bisa berbuat sebuah perubahan besar bagi Indonesia hanya dengan melakukan perubahan kecil bagi setiap diri kita.

Aryandi Putra aka ryandzhunter

Iklan
Komentar
  1. Achor Mohammad berkata:

    setuju gan. . . sangat inspiratif artikel anda. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s