Social Media, Peluang Baru Industri Kreatif

Posted: November 23, 2012 in Uncategorized
Tag:, , , , , ,

Moshi moshi… 

Apa kabar semua? 

Udah lama ga ngeblog, sekarang mulai nulis lagi nih… 

Postingan kali ini saya bahas tentang Social Media. Mmm, siapa yang belum pernah dengar istilah ini? Pasti sudah pernah dengan semua khan? Yap, coba saya tanya… Siapa di antara kalian yang punya akun facebook, twitter, instagram…?

Saya.. saya… saya… hehehe  

Pasti kalian punya khan? Atau mungkin kalian termasuk orang yang selalu online setiap saat sampe lupa makan, lupa mandi, lupa tidur, lupa gosok gigi, lupa cuci kaki sebelum tidur, atau lupa pacar…. yang terakhir engga lah ya  . Yang update status kalau lagi galau, diputusin pacar, sebel sama dosen, lagi di mana, apa aja deh yang penting eksis.

Tau ngga, persentase pengguna sosial media di Indonesia cukup tinggi lho, sobat. Bahkan, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-empat pengguna facebook di seluruh dunia (Sumber) . Selain itu, di twitter tak jarang trending topic world wide (TTWW) berasal dari Indonesia. Walaupun banyak yang gaje sih.  Ternyata, selain untuk hiburan, social media juga menyimpan peluang bisnis yang menjanjikan. Koq bisa? Bisa donk. Pengguna social media khan banyak, jadi bisa dijadikan sebagai ajang promosi gratis (mau bayar juga bisa sih). Masih ingat khan bagaimana Obama menjadi presiden dengan memanfaatkan “The Power of Social Media”? Dari situ kita bisa mendapat gambaran bahwa social media telah tumbuh menjadi salah satu media yang layak disandingkan dengan televisi, radio, dan koran. Wiiiyyy, keren…

Tapi, gimana caranya? 

Punya produk yang bisa di-iklanin? Misalnya kalian jualan baju, snack, atau apa aja deh. Dengan menggunakan social media, kita bisa mengenalkan produk kita ke orang lain. Kasih contoh lagi nih, misalnya keripik Maicih. Pastinya pada tau donk? Itu tuh, keripik yang peudeusnya ada level2nya itu loh. Nah, Maicih adalah salah satu produk yang besar lewat social media, yaitu twitter. Konsepnya menarik nih sobat, kalau biasanya penjual yang nyari pembelinya, sekarang dibalik, pembeli yang mencari penjualnya. Bingung? Jadi gini, Maicih dijual on the road, dan tempatnya nomaden, alias pindah-pindah. Hari ini disini, besok udah pindah lagi. Kucing-kucingan gitulah, Untuk memberi tahu di mana posisi Maicih sekarang, cluenya di-broadcast lewat twitter. Jadi secara ga langsung, konsumen harus follow twitter Maicih untuk dapet info lokasi terupdate. Maksudnya sih untuk membuat konsumennya penasaran.  Dan ternyata trik ini berhasil banget, bahkan Maicih juga menyebar ke kalangan artis bahkan sampai dijual di kota lain. Waah, hebat… 

Peran twitter  bukan hanya itu saja loh, yang paling terasa adalah promosi gratis. Biasanya konsumen yang sudah mencicipi keripik Maicih akan membeli testimonial di akun twitter Maicih. Efeknya, orang lain yang melihat akan tertarik dan penasaran gimana sih rasanya Maicih, termasuk saya…  Pasti donk kita lebih percaya kalau udah ada yang ngerasain.

Kalau dikasih contoh yang bukan di sekitar kita, pasti banyak yang kurang percaya. Jadi, saya share dagangan teman saya nih. Jadi sobat bisa lebih yakin khan, kalo semua orang bisa…  Temen saya ini namanya Erinda. Dan sekarang lagi sibuk banget jualan cemilan yang dikasih nama Sosis Gulung Juragan. Bahannya simple koq, dari sosis yang digulung dengan mi dan telor. Dan ternyata banyak lho yang suka, buktinya selalu abis tiap hari. Dari sini kita bisa ambil kesimpulan, bahwa sesuatu yang sederhana sekalipun, kalau kita bisa mengemasnya dengan baik, pasti akan menjual. Lihat tuh konsepnya, dengan banner yang unyuu, meja yang dihias (padahal bawahnya itu kardus lho), kemasan yang menarik, dan tak lupa juga promosi lewat twitter dan fb. Buat yang tinggal di Bandar Lampung bisa di-add nih fb-nya dan follow twitter-nya. Tp jangan minta follback yah… Terima order juga lho, tapi masih sebatas kota Bandar Lampung. Loh, koq malah promosi. Tapi gapa deh, demi temen…

Biasanya dagang di PKOR Way Halim Nih… Lihat sosisnya aja yah, jgn yang jual… Soalnya kalo naksir ga ditanggung, gubrak… 

Ini penampakan sosis gulung yang udah di packing…

Biar lebih jelas, ini penampakan sosis gulungnya…. Mmmm, yummy… 

Setelah lihat gambar-gambar tersebut gimana perasaan sobat? Tertarik khan? Nah, berarti fungsi sosial media sebagai media periklanan berhasil dengan baik. Tapi yang menjadi The Power of Social Media adalah kecepatan penyebaran informasi dari mulut ke mulut. Ya, ilustrasinya begini, ada seseorang yang membaca tweet tentang suatu produk, kemudian dia tertarik dan me-RT tweet tersebut, kemudian tweet tersebut dibaca juga oleh orang lain dan diapun me-RT tweet itu juga. Begitu seterusnya, coba bayangkan… Dengan sangat cepat informasi ini menyebar. Promosi yang lebih efektif ketimbang kita beriklan di media massa lain seperti tv, radio, atau media cetak. Kenapa? Karena umumnya orang akan lebih percaya ketika ia mendapat informasi tersebut dari orang di sekitarnya. Jadi dengan social media minimal ada 3 keuntungan yang kita peroleh, tersedianya tempat untuk promosi gratis lewat kita sendiri, promosi gratis dari orang lain lewat testimonial, dan menyebarnya informasi dengan cepat dari mulut ke mulut.

Selain promosi melalui social media, kita juga bisa membuka toko online. Keuntungan dari toko online ini, kita ga usah keluar modal untuk sewa tempat dan nyediain barang display. Selain itu, bisa terima sistem pre order, jadi barang baru dibuat ketika bayaran udah lunas atau minimal dikasih DP. Ada banyak website yang bisa kita manfaatkan untuk membuat toko online, yang simple bisa lewat facebook. Namun, seiiring bertambahnya tingkat penipuan di facebook, lebih baik bila lewat website lain, seperti kaskus.co.id, berniaga.com, atau tokobagus.com. Kenapa? Karena website tersebut memang disediakan untuk jual beli, sehingga umumnya buyers lebih percaya. Saya sendiri udah sering beli online lewat kaskus.co.id, dan sampai sekarang Alhamdulillah belum pernah ditipu. 

Berikut ini tampilan website kaskus.co.id pada menu forum jual beli

Di website ini ada berbagai macam barang yang bisa kita jual yang terbagi dalam beberapa kategori. Jika kalian punya barang yang ingin dijual, usaha apa gitu, atau jasa, misalnya jasa pembuatan website, kalian bisa mengiklankannya disini. Tapi ingat jangan salah kategori ya… Mekanisme penjualannya begini. Penjual mengiklankan barangnya, lengkap dengan spesifikasi dan harganya. Tak lupa juga mencantumkan contact person yang dituju. Pembeli yang tertarik lalu menghubungi nomor yang dituju. Setlah tanya2 dan nego, jika setuju penjual memberikan nomor rekeningnya. Pembeli lalu transfer dan konfirmasi. Setelah dana masuk, maka barang dikirm lewat jasa kurir. Tapi disini bisa aja ditipu khan? Oleh karena itu, jika kita kurang percaya dengan penjual, maka kita bisa menggunakan jasa rekening bersama. Jadi, uang ditransfer ke rekening pihak ketiga, setelah barang sampai baru uang ditransfer ke rekening penjual. Aman khan?

Untuk para buyer yang masih awam dalam jual beli online ada beberapa tips yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Perhatikan reputasi penjualnya,

2. Usahakan penjual menampilkan data diri yang valid, lebih bagus lagi jika dia memiliki toko offline atau alamat yang valid jika ingin komplain

3. Cek testimonial pembeli

4. Jangan terlalu tergiur dengan harga murah

5. Usahakan menggunakan rekening bersama

NB. Khusus untuk yang membeli pakaian, biasakan untuk mengecek ukuran karena penjual punya standar ukuran yang berbeda. Biasanay akan diberikan ukuran dengan skala cm, bukan hanya S, M, dan L. Lebih baik kebesaran dari pada kekecilan. Selamat belanja… 

Nah, untuk saya yang berkecimpung di dunia IT, peluang bisnis dari social media lebih besar lagi. IT sendiri tergolong sebagai industri kreatif. Peluang disini adalah membuat aplikasi social media. Mark Zuckerberg, pendiri facebook, tercatat sebagai salah satu orang terkaya dunia dengan umur di bawah 30 tahun hanya dengan menggunakan facebook. Kebetulan sekarang saya lagi tertarik sekali dengan yang namanya aplikasi berbasis Location Based Service (Layanan Berbasis Lokasi) sampe skripsi sayapun membahas tentang itu.  Aplikasi ini ada hubungannya dengan yang sudah saya jelaskan di atas tadi. Dengan aplikasi ini kita dapat mengiklankan produk2 yang kita punya. Satu contoh adalah aplikasi di bawah ini… Oh iya, aplikasi ini buatan Indonesia lho… Jadi bangga khan dengan karya anak negeri… 

Toresto

Seringkali saat kita berada di suatu tempat yang baru kita datangi, umumnya kita merasa kesulitas memperoleh informasi fasilitas umum di tempat tersebut. Cara yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan peta dan bertanya pada penduduk lokal. Namun, menggunakan peta akan menyulitkan ketika kita tidak tahu dimana posisi kita berada. Aplikasi Toresto ini memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menggunakan teknologi terkini seperti GPS, Peta Online Google Maps, dan koneksi internet.

Apa itu Toresto? Toresto adalah aplikasi yang dibuat oleh Imaduddin, salah seorang mahasiswa teknik informatika di Bandung, bersama teman-temannya di GITS Indonesia. Tadinya, Toresto dinamakan Raon Pisan, yang dalam bahasa Sunda artinya enak banget. Namun, seiring banyaknya permintaan agar database kuliner di Jakarta ikut ditambahkan, maka aplikasi ini diberi nama Toresto agar lebih global. Aplikasi ini menampilkan data restoran-restoran yang dapat kita kunjungi. Dengan aplikasi ini kita bisa mengetahui restoran apa yang terdekat dengan kita saat ini, menu apa saja yang ditawarkan, budget yang mesti disediakan, bahkan kita bisa memesan lewat delivery order bila sedang malas ke sana. Sampai saat ini ada 2400 database restoran yang tersebar di berbagai tempat di Bandung dan Jakarta. User juga bisa menambahkan database tersebut jika dirasa ada tempat kuliner yang dirasa pantas untuk ditambahkan.

Aplikasi ini tentunya menggunakan GPS untuk mengetahui posisi kita. Jarak antara posisi kita dengan restoran juga diperlihatkan seperti pada gambar di atas, ada keterangan bahwa jarak restoran adalah 1 kita dari posisi kita berada. Aplikasi ini juga menyediakan map untuk memudahkan para penikmat kuliner untuk mencapai restoran yang dituju.

https://lh6.ggpht.com/DPOMU48g3uOq9txTBC8VAC0Q7TE69ps5czFE6DClzOg9JwK6ncwtKmUOoQhxnYDZwb0

Tampilan Data Sebuah Cafe. Menu itama ini menampilkan fasilitas dan review dari pengunjung…

https://lh4.ggpht.com/lxMTU5OaBNEoI9WCofBE_xVr2JsZScMtK8ToJ6ikc7c0Bv4SxzpqjWOA5k4eMUB32O34

Sebelum mampir, bisa lihat-lihat menu dulu… Kelihatannya enak… 

https://i2.wp.com/blog.toresto.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_0604.png

Berminat nyoba? Pasti donk…

Buat kalian yang ingin mencoba aplikasi ini, bisa akses link ini. https://market.android.com/details?id=com.gits.toresto

Dari sini kita bisa lihat  hubungan simbiosis mutualisme dari keduanya. Pembuat aplikasi bisa memperoleh pemasukan dari iklan  yang dipasang oleh pemilik restoran, sedangkan pemilik restoran terbantu dengan adanya iklan tersebut. Ini bisa dijadikan promosi cara baru, jika kita mengiklankan melalui media massa mungkin tidak semua orang akan melihat. Nah, aplikasi ini khan diperuntukkan buat mereka yang ingin mencari lokasi dari restoran tedekat yang ada di sekitar mereka, pastinya langsung tepat sasaran donk. Jadi biaya untuk iklan yang dikeluarkan juga tidak sia-sia.

Ngomong-ngomong saya punya ide nih, menggabungkan aplikasi navigasi seperti Toresto dengan social networking seperti foursquare. Foursquare khan berbasis lokasi juga, disana kita bisa check in dan memposting lokasi kita saat ini, misalnya sedang berada di restoran, cafe, dll. Namun, di foursquare tidak ada petunjuk jalannya. Sedangkan Toresto tidak mempunyai fitur2 social untuk interaksi dengan user lain. Jadi, saya ingin menggabungkan keduanya menjadi sebuah aplikasi yang mendukung social media dan navigasi.  Moga-moga, cita-cita saya kesampaian ya… Amin…

Dari uraian di atas ternyata banyak sekali khan pemanfaatan teknologi khususnya social media dalam mengembangkan usaha. Sekarang semua terserah kalian nih mau usaha apa. Buat saya sendiri, menjadi seorang enterpreneur adalah sesuatu hal yang keren. Cetar membahana badai deh pokoknya. Jelas, karena enterpreneur menciptakan lapangan kerja sendiri. Apalagi untuk mahasiswa, tentu disiapkan untuk membuka lapangan pekerjaan bukan malah mencari pekerjaan. Paradigma ini sobat yang harus kita tanamkan ke diri kita. Lulus kulian bagaimana caranya biar bisa mandiri. Yah mungkin awalnya bekerja dulu, baru kemudian entrepreneur. Memang berat sih, tapi kalau tidak dicoba kita ga bakalan tahu khan?

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memulai menjadi entrepreneur. Yang pertama tentu saja adalah niat/kemauan yang keras. Kemudian kita mulai dengan mencari ide yang kreatif. Tujuannya akan produk kita bisa menarik di mata konsumen, menjadi beda dari yang lain. Ide mungkin bisa berawal dari ide yang sederhana. Misalnya dari singkong, kita bisa mengkreasikannya menjadi singkong rebus dengan paduan berbagai rasa. Ya seperti itulah, tinggal kreatifnya kalian aja. Setelah menemukan ide, baru deh itung2an biaya yang diperlukan. Mungkin awalnya keuntungan yang kita dapat tidak seberapa, bahkan malah rugi. Namun, ciri entrepreneur adalah tidak hanya mengincar keuntungan semata, tetapi lebih memikirkan aset yaitu bagaimana usaha itu bisa berjalan. Keuntungan yang didapat juga biasanya bukan untuk dinikmati pribadi, tapi kemudian diinvestasikan kembali ke usaha tersebut. Tak kalah penting juga aspek periklanan. Apalagi sekarang media periklanan sudah semakin luas. Contoh nyata seperti uraian saya di atas, dengan melalui media social. Oh iya, pelayanan terhadap costumer juga penting lho. Berdasarkan pengalaman pribadi sih, saya sendiri rada males kalau membali barang di tempat yang penjualnya kurang ramah walaupun murah sekalipun. Lebih baik saya membeli di tempat yang mahal sedikit tapi pelayanannya memuaskan. Untuk yang menggunakan media on-line, pastinya akan mendapat order lewat sms atau telepon. Nah, usahakan untuk fast response agar costumer tidak merasa dicuekin. Mungkin itu sedikit tips dari saya.

Ngomong-ngomong, artikel ini saya lombakan di lomba blog Prasetiya Mulya. Lomba ini dalam rangka memperingati 30 tahun anniversary sekolah bisnis ini. Di sekolah ini, kita diajarkan bagaimana membangun sebuah bisnis yang baik, strategi-strategi apa yang harus dijalankan. Bagaimana melihat peluang bisnis seperti yang saya paparkan di atas, yaitu menggunakan social media untuk promosi misalnya. Ada banyak deh ide-ide atau strategi lainnya yang bisa kalian dapat di sekolah ini. Yang berminat, ayo buruan daftar… Ada acaranya juga lho, tanggal 6 ini. Klik aja banner di bawah untuk info lebih lanjut…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s