Harta Karun dibalik Sampah Plastik

Posted: Februari 25, 2013 in Uncategorized

Welcome back with me… 

Moshi moshi, apa kabar semua? 

Semoga “aku baik baik saja” kayak lagunya Ratu,,, *jadul ih, zaman kapan itu…

Yang lagi sakit, get well soon ya… 

Kali ini postingannya agak berat, tapi mudah2an cukup memotivasi… Yup, langsung aja ya…

Intermezzo dulu….

Ngomong2, ngerasa ga sih kalau sekarang udah terjadi perubahan iklim? 

Cuaca ga menentu, yang mestinya musim kemarau malah ujan, begitu juga sebaliknya. Belum lagi dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini. Masih inget khan banjir parah di Jakarta kemarin? Ngeri yah, sampe bunderan HI juga kerendem.  Sedikit banyak perubahan iklim itu karena ulah manusia. Penebangan pohon, polusi udara, dan lain sebagainya. Yang akan saya bahas kali ini adalah tentang sampah.

aribundaranhi1

Sumber gambar: http://images.detik.com/content/2013/01/17/157/aribundaranhi1.jpg

Sampah, lagi lagi sampah. Masalah klasik kayaknya ya.  Sayang belum terpecahkan sampai saat ini. Udah pada tau donk penyebab banjir di Jakarta kemarin? Ya selain karena curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan karena sungai-sungai di jakarta penuh dengan sampah. Gimana mau ngalir kalau penuh sampah, jadi wajarlah ya kalau pas musim hujan meluap. 

ciliwung1

Sumber gambar: http://foto.detik.com/readfoto/2011/05/04/160444/1632451/157/1/

Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan menjadi polutan yang signifikan.Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer.  Sampah plastik sendiri perlu waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Bayangkan bisa masalah ini belum dianggap serius. Mungkin sampahnya bisa segede gunung kali ya… Hiii…. 

Sekarang ini sudah beredar plastik yang ramah lingkungan. Kalau sering belanja di mini market pasti kenal dengan plastik ini. Ya, plastik khusus yang katanya bisa hancur dengan sendirinya. biasanya di lembaran plastik ini terdapat kalimat “plastik ramah lingkungan”, “plastik ini akan hancur dengan sendirinya”, “plastik biodegradable”, atau “100% degradable.”.

Tapi apa iya sih? 

Ternyata engga gitu juga. 

Plastik ini adalah plastik oxium. Zat oxium ditambahkan pada plastik untuk membuat kantong plastik ini dapat hancur dengan sendirinya. Bagi kamu yang ngerasa derngan menggunakan kantong plastik ini kamu mendukung yang namanya Go Green, kamu SALAH BESAR.  Loh kok bisa?  

Ternyata, kantong plastik ini sama saja dengan kantong plastik konvensional, sama-sama tidak bisa terurai secara alami. Bedanya hanya di zat oxium saja, bahan dasar ya tetap minyak bumi.Memang plastik ini bisa hancur dengan sendirinya. tapi tetep aja tidak bisa terurai. Secara fisik memang plastik ini hancur.  Namun jika yang disebut adalah terurai oleh mikroorganisme, maka zat oxium hanya membuat plastik ini memecah diri bila terkena panas atau cahaya. Jika terurai oleh mikroba, masa hasil akhirnya akan menjadi tanah, sedangkan plastik ini hanya menjadi potongan kecil saja. Selama bahan pembuatnya masih non-organik bisa dikatakan mustahil dapat terurau oleh mikroorganisme. DEGRADABLE disini bukan berarti TERURAI, tapi hanya HANCUR. Nah loh..  Lebih jelasnya, lihat gambar deh…

rainbow-terpecah-terurai

plastik-resize

Loh apa bedanya? Kan sama2 hancur sih? Plastiknya khan udah g keliatan lagi?

No no…Plastiknya emang ga keliatan, tapi ga keliatan bukan berarti ga ada. Ghaib donk, agak mistis juga.   Selesai? Tidak. Justru disinilah masalahnya. Seperti yang kita tahu, plastik mengandung racun yang berbahaya. Plastik biasa atau oxium hampir sama racunnya. Kalau belum hancur, kita masih bisa memisahkannya. Akan tetapi bila sudah terpecah menjadi bentuk yang sangat kecil, kita khan ga tau lagi plastiknya entah ada dimana. Dan racun-racun tadi bisa saja menyebar masuk ke sumber air, menyebar lewat udara, dan lain-lain. Lebih bahaya khan? Niat awal ingin melestarikan lingkungan ternyata malah memperburuk keadaan. 

Sebenarnya kalau boleh jujur, justru plastik yang biasa lebih baik menurut saya. Pernah bandingkan plastik yang biasa dengan oxium? Plastik oxium lebih tipis dan lebih mudah rapuh.Kalau plstik biasa bisa kita gunakan berkali-kali tapi kalau oxium khan gampang sekali robek.

Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya pemanasan global. Kampanye ini meliputi reduce, reuse, dan recycle.

Recycle_Logo_copy

Saya jelasin dikit yah… 

Reduce itu artinya mengurangi penggunaan. Contohnya adalah kita bawa wadah sendiri kalau pergi belanja. Jadi tidak perlu meminta kantong plastik dari kasir.

Reuse artinya menggunakan kembali. Misalnya kalau ada kantong plastik dari belanjaan jangan langsung dibuang. Kantong itu masih berguna untuk mebawa barang-barang.

Recycle artinya mendaur ulang. Dari sampah-sampah kemudian dipisahkan manakah yang masih bisa digunakan lalu didaur ulang lagi menjadi produk-produk baru. Sekarang sih sudah banyak produk yang dibuat dari barang daur ulang. Bahkan piranti elektronik seperti handphone juga ada. Biasanya ditandai dengan bacaan green product.

Di postingan kali ini saya menitik beratkan pada recycle.

Kalau beli baju sering ga meratiin tulisan 100% Polyester? Nah, polyester ini dibuat dari plastik daur ulang juga lho. Kalau yang cinta Timnas Indonesia pasti lebih bangga lagi. Soalnya 100 % celana segaram timnas dibuat dari polyester daur ulang, kalau untuk kausnya sih setidaknya 96% dari polyester. Inilah salah satu contoh dari produk daur ulang, dengan industri daur ulang ini selain kita bisa mengurangi jumlah sampah juga kita tidak menghabiskan sumber daya untuk membuat sebuah produk baru.

522389_508593355825467_1412794163_n

Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com/-4KlSkavh0Vg/UM8Up0bYFCI/AAAAAAAACIg/pKrTsh91tQ8/s320/522389_508593355825467_1412794163_n.jpg

Terus apa hubungannya dengan ekonomi? 

Industri daur ulang ini jangan dianggap sebelah mata lho. China saja sampai mengimpor sampah-sampah seperti plastik, elektronik dari negara lain untuk mencukupi industri daur ulang dalam negerinya. Coba deh pikirin, ga mungkin khan China sampe segitunya, ngimpor sampah lagi, kalau industri ini tidak menguntungkan. Kita sendiri tahu, China negara yang luas, penduduknya juga terbanyak di dunia, tapi masih kekurangan sampah. Ini membuktikan bahwa industri daur ulang sendiri adalah industri yang menguntungkan. Kita mungkin belum bisa seperti China yang menggunakan alat-alat canggih untuk mendaur ulang sampah tersebut. Belum expert lah istilahnya. Tapi kita bisa memulai dari hal-hal kecil yang saya kira sangat bisa kita lakukan mulai di rumah.

Sumber gambar : http://jpmi.or.id/files/2011/09/gigin-horta.jpg

Salah satu ide kreatif datang dari Gigin Mardyansah, seorang enterpreneur muda asal Bogor. Gigin yang ketika itu masih kuliah di Program Studi Hortikultura IPB. Gigin membuat Boneka Horta yang diambil dari Hortikultura.  Idenya adalah membuat sebuah boneka yang sekaligus menjadi wadah dari tanaman. Oh iya, boneka ini menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai lho. Bonekanya sendiri dibuat dari serbuk gergaji, dan untuk dudukannya menggunakan bekas wadah eskrim. Yang belum tau serbuk gergaji, jadi serbuk gergaji itu adalah  limbah industri penggergajian kayu. Kemudian serbuk gergaji ini dibentuk sedemikian rupa menggunakan bahan stoking dan bahan lain, sehingga menjadi sebuah boneka. Hebatnya lagi, di dalam boneka dimasukkan bibit-bibit rumput. Jadi, kalau bonekanya disiram air, rumput-rumput itu akan tumbuh sehingga boneka terlihat seperti memiliki rambut.  Tuh, kreatif khan? Yang saya salut, Gigin ini juga memberdayakan ibu-ibu dalam menjalankan bisnis boneka horta ini. Jadi dia tidak ingin berhasil sendiri, tapi ini sukses bersama-sama. Patuh dicontoh nih buat generasi muda. Boneka ini peminatnya ga cuma murid SD atau TK aja lho, tapi dari mahasiswa sampai dewasa juga banyak yang beli. Bahkan lebih banyak dibeli oleh mereka yang sudah dewasa.

Bonekanya seperti ini nih…

sapi-tumbuh

Sumber gambar: http://bonekahorta.net/wp-content/uploads/2012/11/sapi-tumbuh.jpg

Lucu ya….

Selain itu masih banyak lho produk-produk daur ulang yang lain. Dari plastik-plastik itu bisa kita daur ulang menjadi dompet, tas, sendal, dan masih banyak kerajinan-kerajinan lain. Ada lagi nih entrepreneur muda yang menekuni bidang industri daur ulang ini. Hebatnya lagi mereka ini masih SMP lho… Dengan mengusung nama Green Queen, mereka adalah Masayu Amira Dhiya Nabila dan Maria Jacklyn Brilyani. Kedua anak yang berasal dari SMP Labschool Jakarta dan SMPN 4 Bekasi memulai usaha ini sejak tahun 2009. Awalnya banyak yang menilai negatif terhadap mereka, ” Ngapain sih ngumpulin sampah?” begitu perkataan dari sebagian teman-temannya. Namun seiring berjalannya waktu, komentar-komentar positif akhirnya bermunculan. Masayu dan Jacklyn mengusung konsep “Go Green” pada usahanya. Mereka mengolah sampah plastik dari kemasan makanan dan sabun cair menjadi barang yang dapat dipakai seperti tas, dompet, dan gantungan kunci.

tas-dari-plastik-deterjen

Sumber gambar : http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/tas-dari-plastik-deterjen.jpg

Ini dia barang-barang yang udah mereka buat, keren2 donk…

plastik-daurulang1-580x333

Karena ide kreatif  ini juga mereka dinobatkan sebagai Juara 1 Kidpreneur Award 2012. Selain itu mereka mendapat penghargaan booth terkreatif di ajang tersebut. Mereka berhasil memukau dewan juri saat presentasi dengan memakai baju yang terbuat dari bahan daur ulang. Selain itu , mereka juga mendandani dua boneka ondel-ondel dengan baju yang terbuat dari kemasan-kemasan plastik. Berawal dari ide yang sederhana ternyata dapat menjadi sesuatu yang menghasilkan. Sugoi….

jacklyn-ondelondel-340

Mereka ini juga tampil di Kick Andy loh,,,

Mulainya dari menit 8:31. Bingung saya cara nyepetinnya, jadi dicepetin sendiri aja ya… Kalau mau langsung bisa klik

link

Wih hebat-hebat ya, ternyata dari sampah aja bisa jadi sesuatu yang bermanfaat, bisa jadi duit lagi… hehehe. Mereka-mereka udah ngebuktiin, kalau semua orang bisa jadi sukses. Tinggal kemauan aja… Wong anak SMP aja bisa, msa kita kalah…  Hehehe…

Kalaupun kita tidak bisa sekreatif mereka2 yangs aya sebutkan tadi, masih ada cara lain kok. caranya adalah menjadi pemulung… Eits, jangan keburu skeptis dulu…

Gimana ga skeptis, masa jadi pemulung sih? 

Kenapa emang? 

Khan kotor, jijik… Masa kita ngubek2 sampah? Ga banget deh, kamseupay iyeuuuuuuwww…. 

Eh jangan salah… Pemulung disini bukan sembarang pemulung. Kalau kita caris mapahnya di kotak2 sampah atau tempat2 sampah ya memang jijik. Tapi coba deh kita mulai dengan menjadi pemulung di rumah kita sendiri. Tanpa kita sadari, ada banyak sampah yang kita hasilkan. Mulai dari kertas, daun, atau plastik bungkus makanan, botol-botol plastik bekas kemasan air mineral, kertas tisu, kertas print-out yang salah, sampai bekas bungkus sabun, kotak pasta gigi, atau plastik bungkus deterjen. Tentunya ga jijik donk kalau ngambil bungkus sabun yang baru dibeli dari supermarket? Atau bungkus2 snack yang kita makan? Nah, sampah-sampah ini bisa kita kumpulkan di suatu wadah. Selain di rumah, kita juga bisa mengumpulkan sampah-sampah di tempat lain, di sekolah, di kampus, atau di kantor. Jadi plastik-plastik bungkus makanan, kertas-kertas langsung ditaruh di suatu wadah yang sudah disiapkan.

Terus kalau udah terkumpul diapain? 

Sekarang khan udah ada tuh yang namanya bank sampah. Apa sih bank sampah? Konsepnya begini, nasabah memberi setoran berupa sampah yang dimilikinya. Nantinya sampah ini akan ditimbang dan dihitung berapa nilainya. Jika nasabah sedang butuh uang, maka nasabah bisa menarik tabungannya yang sudah terkumpul. Bank sampah ini juga menganut sistem rekening loh…

Salah satu pencetus ide bank sampah ini adalah Bambang Suwerda. Bank Sampah yang bernama Gemah Ripah ini  pertama kali dilakukan sejak 2008 lalu di Desa Badegan Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. “Konsep bank sampah ini lahir karena kami melihat ada yang menarik dari konsep bank sampah, kami coba untuk kolaborasi dengan perbankan, ada buku rekening,” kata Bambang. “Selain penyelamatan lingkungan ada konsep menabung, kemudian biasanya bayar retribusi per bulannya kalo ini nabungnya sampah kembalinya uang,” jelas Bambang. Dalam pembayarannya, nasabah tidak bisa langsung mengambil uangnya tapi harus menunggu setelah 3 bulan terlebih dahulu. Ini untuk medidik masyakarat agar gemar menanbung, selain itu jumlahnya tentu lebih besar jika diakumulasi ketika terjadi penarikan. Jumlah nasabah Bank Sampah Gemah Ripah terus meningkat, dan berasal dari luar Desa Badegan. Sampai Juni 2012, jumlah nasabah mencapai lebih dari 400 orang, dengan dana yang dikelola mencapai Rp. 5 juta.

Sumber berita : http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/07/120710_trashbank.shtml

Bambang Suwerda mendirikan bank sampah pada 2008 demi kesehatan lingkungan.

Tertarik? Kita bisa memulainya dari sekitar kita dulu. Mulai dari mengumpulkan sampah dimulai dari rumah. Kita juga bisa memprakarsai berdirinya bank sampah di lingkungan kita sendiri. Kalau punya kreatifitas, kita bisa membuat kerajinan-kerajinan seperti di atas tadi. Selain melestarikan lingkungan, ternyata sampah bisa menjadi rupiah…. Let’s Go Green !!! 

Di atas udah saya terangin deh panjang lebar tentang gimana caranya pemanfaatan sampah plastik yang bermanfaat. Nah, ngomong2 soal perubahan iklim dan ekonomi, saya mau share nih sebuah organisasi yang bergerak di bidang tersebut. Organisasi ini bernama Oxfam. Oxfam adalah konfederasi Internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan. Oxfam didirikan pada tahun 1982 di Oxford. Sudah cukup lama juga ya.

Terus apa sih sumbangsih Oxfam untuk Indonesia?

Udah banyak babnget loh, tadi khan udah ngom0ngin tentang banjir di Jakarta. Waktu itu, oxfam juga ikutan turun tangan membantu para korban. Bekerja sama dengan Unicef, Oxfam membagikan 2.500 peralatan kebersihan, jerigen, dan sarung untuk 2.491 rumah tangga selama banjir Jakarta.

Selain aksi nyata dalam bencana alam. Oxfam juga dengan giat berusaha untuk meningkatkan ekonomi warga. Seperti pada Indotera Expo 2012, Oxfam juga turut berpartisipasi dengan menghadirkan diantaranya penganan lokal produk mitra dari Sulawesi Selatan dan kopi asal Papua. Ini menujukkan keinginan Oxfam untuk mendorong masyrakat agar mamu berwirausaha dan dapat bebas dari kemiskinan. Tidak hanya dengan cara-cara konvensional, Oxfam juga membangun paradigma masyarakat agar lebih cerdas. Salah satunya dengan membudidayakan ubi jalar sebagai produk pangan unggulan di Jayapura. Ubi jalar dipilih karena tidak hanya manis, tetapi juga than hama. Tidak hanya itu, satu buah ubi rata-rata mencapai berat 5 kilogram. Produksi rata-rata mencapai 145 ton per hektar. Dengan menjadikan ubi jalar sebagai bahan makanan pokok, bisa mengurangi ketergantungan terhadap beras sehingga bisa mengurangi subsidi beras untuk rakyat miskin. Bahkan, bukan tidak mungkin dengan swasembada ubi jalar, penduduk Papua bisa mengekspornya ke negara lain.

Yang ingin lebih tau tentang oxfam bisa mengakses di

–  website    : http://www.oxfam.org.uk/indonesia

– twitter      : @OxfaminAsia

– facebook : http://www.facebook.com/Oxfam.Indonesia

– blog : http://oxfamindonesia.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s