“Berikan aku 10 pemuda, kita Bekerja Bersama MRT untuk #UbahJakarta”

Posted: Agustus 31, 2017 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , ,

Halo warga Jakarta, apa kabar? Eh saya juga warga jakarta ya, harus jawab juga berarti. Kabar saya baik baik saja… #geer #siapayangnanya #situoke.

Nah untuk kita warga Jakarta, pasti merasakan yang namanya macet karena pembangunan tiang pancang, ruas jalan yang dilewati jadi semakin sempit. Terutama di daerah sudirman sampai yang paling parah di daerah Blok M dan Fatmawati. Hal ini bukannya tanpa tujuan, karena pemerintah sedang mengerjakan proyek MRT. Tujuannya jelas, untuk menyediakan transportasi massal yang cepat, nyaman, dan aman (plus murah kalau bisa hehehe). Saat ini kita sudah punya yang namanya Transjakarta atau yang jamak disebut busway. Peran Transjakarta ini sangat membantu kita dalam trasnportasi sehari-hari karena cakupannya yang luas. Sampai saat ini ada 13 koridor, termasuk koridor yang baru beroperasi 13 Agustus 2017 kemarin. Koridor yang jalannya melewati fly over dari Puri Beta 2 sampai Tendean. Jadi warga yang terkena imbas dari pembangunan fly over ini, sekarang sudah bisa menikmati manfaatnya. Yeay…

Kembali ke MRT. MRT sendiri adalah singkatan dari Mass Rapit Transit. Sesuai namanya, kereta ini bisa mengangkut banyak orang. Untuk MRT Jakarta sendiri terdiri dari 6 gerbong, dimana 1 gerbong bisa mengangkut sebanyak 200 orang. Untuk armadanya sendiri, direncanakan ada 16 rangkaian, dengan 14 yang beroperasi, dan 2 untuk cadangan. Untuk rute yang dituju, sebenarnya dari Kampung Bandan sampai Lebak Bulus, namun untuk fase 1 ini dimulai dari Lebak Bulus sampai Bunderan HI. Trayek ini sepanjang 16 km dan diperkirakan sudah selesai 76,13 %.

Mungkin ada pertanyaan kenapa yang dipilih adalah rute ini? Karena rute inilah yang mendesak. Sama seperti busway yang pertama kali dibuat adalah Koridor 1 terlebih dahulu, dari Kota sampai Blok M. Masalahnya, jika di Sudirman – Thamrin ruas jalannya luas, dari blok M ke fatmawati sempit, tidak memungkinkan untuk dibuat busway. Sedangkan ada urgensi untuk menyambungkan antara segitiga emas Jakarta dengan pusat bisnis baru di TB Simatupang. Dengan adanya proyek MRT ini, Lebak Bulus – Bundaran HI yang biasanya ditempuh dalam waktu satu setengah jam, dengan MRT kita bisa capai cukup 30 menit saja. Apalagi jalur MRT ini clean, tidak seperti Transjakarta yag berbagi jalan dengan mobil dan kendaraan lain, sehingga tak jarang terkena kemacetan. Karena punya jalur sendiri dan bebas hambatan, jadi waktu tempuh bisa diprediksi, karena tidak ada faktor eksternal yang menghalangi, jika terlambat atau lebih cepat masih di sekitaran 30 menit. Untuk saat ini masih bahu membahu dengan Transjakarta untuk melayani koridor 1. Lalu dimana tempat transitnya? Direncanakan untuk transit akan berada di stasiun CSW – Sisingamangaraja. Stasiun ini juga menghubungkan koridor 13.

Jaringan-MRT-01-1024x1024

MRT sendiri sudah banyak digunakan di negara-negara lain, termasuk negara tetangga kita, Singapura dan Malaysia. Mungkin saat ini kita tertinggal tapi mudah-mudahan kita dapat menyamai atau melebihi mereka. Aamiin. Uniknya kereta MRT ini berjalan tanpa masinis, karena semuanya dikendalikan dari Operation Control Center (OCC) yang berada di lebak bulus. Operator mengendalikan kereta ini menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC). Namun tak perlu khawatir, karena di tiap kereta juga terdapat satu masinis. Tugasnya adalah untuk membuka dan menutup kereta di stasiun, namun bila terjadi keadaan darurat, ia dapat mengendalikan kereta ini secra manual.

Oke, di atas sudah saya jelaskan apa itu MRT dan serba serbi tentangnya. Sekarang saya akan membahas soal harapan saya akan MRT kedepan. Berhubung saya adalah seorang Android Developer, maka saya lebih berfokus di bidang teknologi informasi. Berkaca pada Transjakarta, saya merasa teknologi yang digunakan sudah cukup efektif. Terdapat screen yang menandakan kapan datangnya bus, dalam hitungan menit berikut arah tujuan. Jadi kita tidak perlu was-was kapan bus berikutnya datang. Selain itu terdapat aplikasi official yang digandeng Transjakarta, yaitu Trafi. Aplikasi buatan Lithuania lebih lengkap lagi, karena kita bisa melihat posisi dari tiap-tiap bus Transjakarta, sehingga bisa memperkirakan kapan tibanya. Mungkin jika kita berada di shelter sudah ada screennya, tidak menjadi masalah. Namun kalau misalnya kita dalam posisi terburu-buru menuju shelter, kita bisa hitung-hitungan busnya terkejar atau tidak. Belum lagi jika kita harus transit, kira-kira bisa tidak kita sampai di shelter transit sebelum bis ke koridor selanjutnya lewat. Uniknya, aplikasi Trafi juga terhubung dengan mode transportasi lain, sehingga kita langsung memilih transportasi berikutnya.

21016010_10209999391606668_2267096227057829213_o

 

Akhirnya besar harapan saya agar di kemudian hari MRT Jakarta bisa mengikuti jejak Transjakarta dalam menyediakan teknologi informasi untuk pengguna. Tidak terbatas untuk posisi dan waktu kedatangan saja, mungkin juga bisa diberikan game untuk anak-anak kecil agar memperkenalkan MRT kepada mereka. Atau mungkin bisa sekaligus bekerjasama dengan aplikasi Trafi supaya angkutan umum di Jakarta lebih terintegrasi. Untuk pengembangan sistem sendiri, lagi lagi bisa mengikuti jejak Transjakarta. Dulu ketika awal-awal sempat diadakan Hackathon yang bernama HackJak 2014 yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta yang bekerja sama dengan SEATTI. Kebetulan saya juga ikut acara tersebut, dan saya ingat bahwa pemenangnya mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Malahan juara 1-nya diminta untuk duduk di bangku beliau, hehe. Saya melihat dari hackathon inilah bisa muncul ide-ide fresh dari anak-anak muda yang terkait dengan MRT. Tentunya tidak hanya ide, namun juga aplikasi yang sudah jadi.

Demikianlah unek-unek saya, semoga bisa menjadikan MRT sebagai transportasi andalan masyarakat. Oh, iya untuk info lebih lanjut soal MRT, kalian bisa cek di link sini. Pada link tersebut kalian bisa mencari tahu informasi lebih detail, baik itu berita, trayek, sampai lowongan pekerjaan pun ada. Oh iya, bocorannya pada Maret 2019 MRT sudah bisa digunakan, lho…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s