Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Halo warga Jakarta, apa kabar? Eh saya juga warga jakarta ya, harus jawab juga berarti. Kabar saya baik baik saja… #geer #siapayangnanya #situoke.

Nah untuk kita warga Jakarta, pasti merasakan yang namanya macet karena pembangunan tiang pancang, ruas jalan yang dilewati jadi semakin sempit. Terutama di daerah sudirman sampai yang paling parah di daerah Blok M dan Fatmawati. Hal ini bukannya tanpa tujuan, karena pemerintah sedang mengerjakan proyek MRT. Tujuannya jelas, untuk menyediakan transportasi massal yang cepat, nyaman, dan aman (plus murah kalau bisa hehehe). Saat ini kita sudah punya yang namanya Transjakarta atau yang jamak disebut busway. Peran Transjakarta ini sangat membantu kita dalam trasnportasi sehari-hari karena cakupannya yang luas. Sampai saat ini ada 13 koridor, termasuk koridor yang baru beroperasi 13 Agustus 2017 kemarin. Koridor yang jalannya melewati fly over dari Puri Beta 2 sampai Tendean. Jadi warga yang terkena imbas dari pembangunan fly over ini, sekarang sudah bisa menikmati manfaatnya. Yeay…

Kembali ke MRT. MRT sendiri adalah singkatan dari Mass Rapit Transit. Sesuai namanya, kereta ini bisa mengangkut banyak orang. Untuk MRT Jakarta sendiri terdiri dari 6 gerbong, dimana 1 gerbong bisa mengangkut sebanyak 200 orang. Untuk armadanya sendiri, direncanakan ada 16 rangkaian, dengan 14 yang beroperasi, dan 2 untuk cadangan. Untuk rute yang dituju, sebenarnya dari Kampung Bandan sampai Lebak Bulus, namun untuk fase 1 ini dimulai dari Lebak Bulus sampai Bunderan HI. Trayek ini sepanjang 16 km dan diperkirakan sudah selesai 76,13 %.

Mungkin ada pertanyaan kenapa yang dipilih adalah rute ini? Karena rute inilah yang mendesak. Sama seperti busway yang pertama kali dibuat adalah Koridor 1 terlebih dahulu, dari Kota sampai Blok M. Masalahnya, jika di Sudirman – Thamrin ruas jalannya luas, dari blok M ke fatmawati sempit, tidak memungkinkan untuk dibuat busway. Sedangkan ada urgensi untuk menyambungkan antara segitiga emas Jakarta dengan pusat bisnis baru di TB Simatupang. Dengan adanya proyek MRT ini, Lebak Bulus – Bundaran HI yang biasanya ditempuh dalam waktu satu setengah jam, dengan MRT kita bisa capai cukup 30 menit saja. Apalagi jalur MRT ini clean, tidak seperti Transjakarta yag berbagi jalan dengan mobil dan kendaraan lain, sehingga tak jarang terkena kemacetan. Karena punya jalur sendiri dan bebas hambatan, jadi waktu tempuh bisa diprediksi, karena tidak ada faktor eksternal yang menghalangi, jika terlambat atau lebih cepat masih di sekitaran 30 menit. Untuk saat ini masih bahu membahu dengan Transjakarta untuk melayani koridor 1. Lalu dimana tempat transitnya? Direncanakan untuk transit akan berada di stasiun CSW – Sisingamangaraja. Stasiun ini juga menghubungkan koridor 13.

Jaringan-MRT-01-1024x1024

MRT sendiri sudah banyak digunakan di negara-negara lain, termasuk negara tetangga kita, Singapura dan Malaysia. Mungkin saat ini kita tertinggal tapi mudah-mudahan kita dapat menyamai atau melebihi mereka. Aamiin. Uniknya kereta MRT ini berjalan tanpa masinis, karena semuanya dikendalikan dari Operation Control Center (OCC) yang berada di lebak bulus. Operator mengendalikan kereta ini menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC). Namun tak perlu khawatir, karena di tiap kereta juga terdapat satu masinis. Tugasnya adalah untuk membuka dan menutup kereta di stasiun, namun bila terjadi keadaan darurat, ia dapat mengendalikan kereta ini secra manual.

Oke, di atas sudah saya jelaskan apa itu MRT dan serba serbi tentangnya. Sekarang saya akan membahas soal harapan saya akan MRT kedepan. Berhubung saya adalah seorang Android Developer, maka saya lebih berfokus di bidang teknologi informasi. Berkaca pada Transjakarta, saya merasa teknologi yang digunakan sudah cukup efektif. Terdapat screen yang menandakan kapan datangnya bus, dalam hitungan menit berikut arah tujuan. Jadi kita tidak perlu was-was kapan bus berikutnya datang. Selain itu terdapat aplikasi official yang digandeng Transjakarta, yaitu Trafi. Aplikasi buatan Lithuania lebih lengkap lagi, karena kita bisa melihat posisi dari tiap-tiap bus Transjakarta, sehingga bisa memperkirakan kapan tibanya. Mungkin jika kita berada di shelter sudah ada screennya, tidak menjadi masalah. Namun kalau misalnya kita dalam posisi terburu-buru menuju shelter, kita bisa hitung-hitungan busnya terkejar atau tidak. Belum lagi jika kita harus transit, kira-kira bisa tidak kita sampai di shelter transit sebelum bis ke koridor selanjutnya lewat. Uniknya, aplikasi Trafi juga terhubung dengan mode transportasi lain, sehingga kita langsung memilih transportasi berikutnya.

21016010_10209999391606668_2267096227057829213_o

 

Akhirnya besar harapan saya agar di kemudian hari MRT Jakarta bisa mengikuti jejak Transjakarta dalam menyediakan teknologi informasi untuk pengguna. Tidak terbatas untuk posisi dan waktu kedatangan saja, mungkin juga bisa diberikan game untuk anak-anak kecil agar memperkenalkan MRT kepada mereka. Atau mungkin bisa sekaligus bekerjasama dengan aplikasi Trafi supaya angkutan umum di Jakarta lebih terintegrasi. Untuk pengembangan sistem sendiri, lagi lagi bisa mengikuti jejak Transjakarta. Dulu ketika awal-awal sempat diadakan Hackathon yang bernama HackJak 2014 yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta yang bekerja sama dengan SEATTI. Kebetulan saya juga ikut acara tersebut, dan saya ingat bahwa pemenangnya mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Malahan juara 1-nya diminta untuk duduk di bangku beliau, hehe. Saya melihat dari hackathon inilah bisa muncul ide-ide fresh dari anak-anak muda yang terkait dengan MRT. Tentunya tidak hanya ide, namun juga aplikasi yang sudah jadi.

Demikianlah unek-unek saya, semoga bisa menjadikan MRT sebagai transportasi andalan masyarakat. Oh, iya untuk info lebih lanjut soal MRT, kalian bisa cek di link sini. Pada link tersebut kalian bisa mencari tahu informasi lebih detail, baik itu berita, trayek, sampai lowongan pekerjaan pun ada. Oh iya, bocorannya pada Maret 2019 MRT sudah bisa digunakan, lho…

Iklan

Trafi

Posted: Agustus 31, 2017 in Uncategorized

Di busway liat mas2 buka aplikasi trafi. Gw liatin dan jadi kepo. Dia search “bekasi”. Yak sebuah nama planet yang tak asing. Terus muncul pilihan koridor. Dipilih summarecon bekasi. Kemudian list shelternya muncul. Masnya bingung, eh ternyata kebalik, trayeknya yg dari arah bekasi. Terus dia pilih yang ke arah bekasi. Disini dia ngerti, oh bisnya nyampe 30 menit lagi. Terus dia liat mapnya, posisi bisnya ada dimana.

Ternyata bukan dia yg mau kesana, dia lagi bantuin mas2 lain yang bingung naek busway ke arah bekasi. Dikasih tahu sama masnya, kalau turun di gatot subroto lipi, abis itu baru nungguin busway yg ke summarecon bekasi tadi.

Buat gw hal2 gini menarik. Sebagai seorang developer ketika aplikasi yang dibuat itu dipakai banyak orang dan bisa memberi manfaat, kemudahan, bisa nolong orang, itu rasanya priceless, ga kebayar sama gaji berapapun. Walaupun bukan gw yang buat trafi (developernya org lithuania), tapi rasa seneng itu bisa gw rasain. Sayangnya sih, sampe sekarang belum pernah buat aplikasi yg berguna bagi banyak orang, setidaknya gw g pernah ngegepin orang itu pake app yang gw buat. Mudah2an suatu saat bisa deh develop app yang berguna bagi banyak orang.

Emang bener kata kang Rendy Saputra, kalau motivasi bekerja itu karena value, apa yang kita kerjain itu sesuatu hal yang besar. Seperti yang di ceritain di Telkomsel, selalu ditanamkan kalau pekerjaan ini mulia, berapa banyak orang yang kita bantu lewat pekerjaan ini, anak bisa nelpon ibunya di kampung, istri bisa nelpon suaminya yang kerja di luar kota, ketika harus begadang benerin jaringan malem2, selalu ditanamkan berapa banyak orang yang susah karena gangguan ini, setiap detik gangguannya dianggap sebagai sebuah kezhaliman untuk pelanggan.Kalau motivasi kita karena uang, jabatan, atau hal2 lain yg berbau individu, suatu saat motivasi itu akan hilang, kita akan lelah sendiri.

“Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.” – Albert Einstein

Sedekah Asuransi

Posted: Agustus 31, 2017 in Uncategorized

Kayaknya bagus kali ya kalau misalnya sedekah itu bisa ditarik lagi kalau misalnya yang sedekah dapet musibah. Misalnya kayak organisasi crowdfunding gitu, khan suka ada donasi buat yang sakit parah dll. Nah si donatur mungkin bisa suatu saat kalau membutuhkan, misalnya masuk rumah sakit, atau sakit keras, narik donasinya lagi.

Emang sih sedekah itu harus ridho, dan kita berharap cuma sama Allah (HasbunAllah), jadi yang bales, yang ngasih rejeki, yang nyembuhin itu Allah. Cuma khan kadang ga semua orang sampe tahap keimanan seperti itu. Untuk yang imannya tinggi, HasbunAllah, “Cukup bagiku Allah”. Dia ga mengharap pertolongan ibu, ayah, kakak, adik, paman, tante, kakek nenek, sahabat, teman, orang dermawan, sama sekali engga. Tapi untuk mereka yang baru hijrah, nerapin kata YM yg “ente sedekahin tuh semua” emang harus siap mental dan tahan banting.

Mungkin prinsipnya sama kali ya kayak asuransi unit link. Jadi kalau ga kepake, bisa dianggep investasi. Nah khusus sedekah ini bisa diambil juga, tapi cuma darurat lho ya, misal sakit atau apa yg urgent banget, bukan buat modal misalnya. Dan sedekah lho ya, bukan zakat, kalau zakat khan wajib, masa mau ditarik lagi.

Mungkin ada yang tertarik buat startup begini? atau yang udah jalan nawarin konsep begini? Mungkin buat yang masih ragu2 buat sedekah, “sedekah itu bisa menolak bencana”, bisa lebih percaya buat sedekah. Dan bisa konversi orang2 yang tadinya bayar premi asuransi jadi ke sedekah. Kayak BPJS khan saling sharing, yg sehat bayarin yg sakit. Karena toh yg sedekah itu belum tentu sehat terus, ada kalanya gantian dia yg sakit, pas lagi g ada uang lagi, nah yang sakit udah sembuh eh kebetulan dapet rejeki dia yang kaya.

Cuma opini doank sih. Kurang tahu juga hukum fiqihnya gimana. hehehe

Tablet atau Netbook?

Itulah pertanyaan saya saat pertama kali melihat “penampakan” Acer Iconia W5. Walaupun Acer menyebutnya PC Tablet, tapi Iconia juga dilengkapi dengan keyboard dock yang bisa dilepas pasang sehingga tampak seperti netbook. Buat mereka yang biasanya kesulitan dengan keyboard virtual dan sering “typo” (salah ketik), akan sangat terbantu dengan ini. Konsep ini biasa disebut dengan hybrid PC. Untuk kinertjanya sendiri, Tablet 10” ini dipersenjatai dengan processor dual core Intel Atom Z2760 1,5 GHz. Cukup handal untuk meng-handle pekerjaan sehari-hari, seperti tugas kantor, skripsi bagi mereka yang sedang kuliah, dll.

Blog Review SEO Contest Iconia 2012-2013

Penasaran? Mari kita bahas lebih lanjut…

(lebih…)

Harta Karun dibalik Sampah Plastik

Posted: Februari 25, 2013 in Uncategorized

Welcome back with me… 

Moshi moshi, apa kabar semua? 

Semoga “aku baik baik saja” kayak lagunya Ratu,,, *jadul ih, zaman kapan itu…

Yang lagi sakit, get well soon ya… 

Kali ini postingannya agak berat, tapi mudah2an cukup memotivasi… Yup, langsung aja ya…

Intermezzo dulu….

Ngomong2, ngerasa ga sih kalau sekarang udah terjadi perubahan iklim? 

(lebih…)

Intermezzo dikit ya…

Siapa disini yang suka jual beli online?

Everybody’s gone…

Posted: Februari 21, 2013 in Uncategorized

Huaaaah galau… satu persatu temen udah mulai ilang, pergi ngejer impiannya masing-masing…

Gw kapan……???

Hoho…

Kalo ditanya pengen kerja di mana, pengennya sih kerja di Perusahaan IT. Alesannya ya karena menurut gua pekerjaan di IT itu merupakan pekerjaan idaman, apalagi kalau jadi programmer. Emang pengen jadi programmer? Mau sih, cuma skill gw rasanya masih kurang. Itulah sebabnya sampai saat ini belum berani ngelamar kerja. Soalnya, IT khan pekerjaan yang profesional banget gw bilang. No skill, you’re quit. Tapi banyak hal yang membuat gw jatuh cinta sama profesi ini (padahal kerja juga belum). Pernah liat donk gimana kantornya Google? Keren banget, kreatif, dan ngga kayak kantor-kantor pada umumnya. Suasananya santai, jadi kerja itu ga berasa.

Jadi programmer gw bilang cool karena alesan ini. Programmer ini…. ga harus tampil formal… Yup, boleh pake kaos, sendal jepit ke kantor, dan yang paling penting boleh gondrong… Liat sendiri deh gmn programmer2 di Jepang. Pantes pada kreatif-kreatif ya…